BlueScope Steel Indonesia hari ini menandai resminya pembangunan perluasan lini pabrik baja lapis metal yang terintergrasi di basis operasi Cilegon, 100 km dari Jakarta Barat. Peresmian ini dihadiri pula oleh Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, Wakil Gubernur Banten, Masduki, dan juga manajemen perusahaan, rekanan dan perwakilan dari komunitas lokal.
 Menteri Perindustrian Bapak Fahmi Idris menandatangani plakat yang menandai dimulainya pembangunan perluasan lini pabrik baja lapis metal. Penandatanganan dilakukan saat perayaan peletakan batu pertama di pabrik Cilegon.
Perluasan kapasitas yang bernilai US$101 juta1 ini akan dialokasikan untuk memproduksi baja lapis dengan ketebalan tipis (0.2mm – 0.4mm) yang umum digunakan di sektor konstruksi perumahan. Kapasitas ini di harapkan mulai beroperasi akhir tahun 2009 dan akan mampu mengakomodasi pertumbuhan pasar konstruksi di Indonesia dengan efisiensi yang maksimal.
Saat peresmian berlangsung, Managing Director dan CEO dari BlueScope Steel Ltd, Bapak Paul O’Malley berkata ,“ Dengan terbangunnya pabrik kedua ini, kami dengan bangga akan melanjutkan komitmen dan keyakinan BlueScope Steel untuk pasar Indonesia, yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia telah menjadi salah satu kunci keberhasilan kami di Asia. Fasilitas ini akan membantu strategi BlueScope Steel untuk berkembang, didukung oleh kondisi ekonomi yang bergairah dan apresiasi positif dari market terhadap prodek baja lapis ringan BlueScope Steel.”
President BlueScope Steel Indonesia and Malaysia, Bapak Rob Crawford juga menambahkan, “ Pasar Indonesia secara berkesinambungan menunjukkan kemajuan yang kuat, baik untuk sektor pasar perumahan maupun industri komersil. Saat ini BlueScope Steel Indonesia telah beroperasi dengan kapasitas maksimumnya, sehingga fasilitas baru ini akan mengarah ke efisiensi, meningkatkan skala produksi dan meningkatkan kemampuan kami dalam mendukung pertumbuhan kebutuhan konsumen kami akan baja lapis ringan yang berkualitas. “
 Pemotongan tumpeng secara simbolis dilakukan oleh (dari kanan ke kiri) Kathryn Fagg - President BlueScope Steel Asia Rob Crawford - President Director BlueScope Steel Sindomalay Peter Brown - Project Manager untuk Proyek Badak Perwakilan Pemerintah Daerah Abdullah Lubis - VP Manufacturing PT BlueScope Steel Indonesia
Saat beroperasi secara penuh, tambahan produksi total untuk baja lapis metal diperkirakan sebesar 130,000 ton per tahun dan tambahan untuk lapis warna sebesar 100,000 ton per tahun, atau sebagai berikut :
|
|
Lini Lapis Metal (per tahun) |
Lini Lapis Warna (per tahun) |
|
Kapasitas saat ini (MCL1) |
100,000 ton |
40,000 ton* |
|
Kenaikan kapasitas dengan optimumisasi lini produksi |
35,000 ton |
20,000 ton |
|
Tambahan lini produksi baru (MCL2)** |
130,000 ton (Max 170,000 ton) |
100,000 ton |
|
TOTAL |
265,000 ton |
160,000 ton | * Telah di umumkan bahwa hasil produksi dikurangi 50,000 karena sebagian besar untuk baja lapis dengan ketebalan yang tipis ** Kira-kira 80% dari MCL2 akan memproduksi lapis warna
1 Biaya modal untuk pembangunan US$101 Juta, yang mana merupakan penambahan dari biaya US$12 juta di fase studi kelayakan sebelumnya.
Sebagai salah satu investor terbesar asal Australia, BlueScope Steel memiliki investasi A$250 juta sejak 35 tahun lalu saat mengembangkan pasar pembangunan dan konstruksi di Jakarta.Saat ini PT BlueScope Steel Indonesia adalah satu-satunya produsen lapis Zinc-Aluminium, baik metal maupun warna di Indonesia dengan kantor dan pabrik di Cilegon, Cibitung, Medan dan Surabaya. |